Senin, 02 Mei 2022

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)

Our Birth

Berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak lepas dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar sekaligus sebagai konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.

Selain itu, situasi dan kondisi politik di Indonesia tahun 60-an yaitu pada masa berjayanya orde lama dan PKI, Muhammadiyah mendapat tantangan yang sangat berat untuk menegakkan dan menjalankan misinya. Oleh karena itu, IPM terpanggil untuk mendukung misi Muhammadiyah serta menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Dengan demikian, kelahiran IPM mempunyai dua nilai strategis. Pertama, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah pada masa mendatang.

Mars Muhammadiyah

Sejarah Muhammadiyah

Sejarah Muhammadiyah

PROLOG

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .

Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.

VISI DAN MISI

  VISI SEKOLAH :

        "Unggul Dalam Penguasaan Pengetahuan dan Keterampilan Yang Dilandasi Dengan Iman dan Taqwa Serta Berperilaku dan Berakhlak Mulia"

MISI SEKOLAH :
  1. Mewujudkan Intelektual, Iman dan Taqwa Sebagai Landasan Utama Dalam Segala Kegiatan Peserta Didik.
  2. Mewujudkan keunggulan prestasi Dalam Bidang Akademik, Seni Budaya, dan Olahraga.
  3. Mewujudkan Sekolah Sesuai Dengan Konsepsi Wawasan Cita-cita Persyarikatan.